Dewasa ini kurikulum dan teknologi pendidikan yang
terjadi di lingkungan sekolah disebut pendidikan formal, sebab sudah memiliki
rancangan pendidikan berupa kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis,
jelas, dan rinci. Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah
sangatlah strategis dan menentukan bagi tercapainya tujuan pendidikan.
Kurikulum juga memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam
keseluruhan proses pendidikan, bahkan kurikulum merupakan syarat mutlak dan
bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. Daryanto (2011: 99)
Daryanto (2011, 99) menyatakan bahwa dalam praktik
pembelajarannya kurikulum dan teknologi pendidikan di sini menggunakan model
pembelajaran dengan media fotografi. Gambar fotografi secara luas dapat
diperoleh dari berbagai sumber, misalnya dari surat kabar, majalah, brosur, dan
buku. Gambar, lukisan, kartun, ilustrasi, foto yang diperoleh dari berbagai
sumber tersebut dapat digunakan oleh guru/dosen secara efektif dalam kegiatan
belajar mengajar pada setiap jenjang pendidikan dan berbagai disiplin ilmu.
Gambar fotografi itu pada dasarnya membantu
mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada pelajaran. Membantu
mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, dan pernyataan
kreatif dalam bercerita, dramatisasi,bacaan, penulisan, melukis, menggambar,
serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi bacaan dari
buku teks. Dalam situasi tertentu, gambar fotografi merupakan sumber terbaik
untuk tujuan penelitian atau penyelidikan.
Gambar fotografi sebagai media instruksional lainnya,
harus dipilih dan dipergunakan sesuai denagn tujuan khusus mata pelajaran.
Artinya, tidak bisa gambar-gambar itu hanya dipertunjukkan secara tersendiri,
melainkan harus dipadukan kepada mata pelajaran tertentu. Oleh sebab itu
pilihlah gambar-gambar fotografi inti yang dapat mengembangkan pemahaman bagi
para siswa.
Gambar fotografi juga dapat dipergunakan oleh para
siswa secara individual dalam latihan membaca dan untuk tujuan laporan yang
bersifat khusus. Sekelompok kecil siswa dapat memanfaatkan gambar fotografi
guna kegiatan diskusi tentang sesuatu pelajaran tertentu. Misalnya dalam
pelajaran anatomi tubuh manusia, jenis-jenis species tertentu dari binatang,
dan berbagai ras manusia.
Daryanto (2011: 101-102) menyatakan bahwa setiap
guru/dosen hendaknya mengetahui bentuk media pembelajaran yang tepat untuk
mencapai hasil yang paling baik, dalam situasi pengajaran yang diharapkannya.
Untuk itu, setiap guru/dosen harus mengetahui secara tepat karakteristik dari
gambar fotografi yaitu sebagai berikut : Gambar foto itu adalah dua dimensi.
Dalam sudut pembelajaran hal itu menjadi amat penting, terutama bagi siswa muda
atau untuk mata pelajaran yang rumit. Dalam pembelajarannya gambar fotografi
harus memiliki kualitas tiga dimensi yang memadai untuk tujuan pengajaran, Gambar
datar adalah medium yang “diam” atau disebut juga gambar tetap. Seperti halnya
gambar pemandangan, gunung-gunung, hutan atau pohon-pohonan, bangunan, obyek,
binatang atau manusia, dalam posisi diam merupakan subyek natural yang baik
sekali untuk gambar datar, Gambar datar dapat memberi kesan gerak, misalnya
gambar yang memperlihatkan adegan di jalan raya sangat efektif. Orang-orang
yang lalu lalang, kendaraan yang lewat, pohon-pohon yang bergoyang ditiup
angin. Semua itu tidak sukar bagi para pengamat dalam menghayati gerak dari
adegan yang diperlihatkan pada gambar tersebut, Gambar datar menekankan gagasan
pokok dan impres, bahwa untuk menilai dan memilih gambar datar yang baik harus
menampilkan satu gagasan utama. Dengan adanya impresi atau tekanan pada satu
gagasan pokok nilai gambar menjadi sangat berarti dalam pengajaran, Gambar
datar memberi kesempatan untuk diamati rincinya secara individual, misalnya
hasil pemotretan jagat raya dengan benda-benda langitnya, memerlukan pengamatan
rincian gambar yang tekun, Gambar datar dapat melayani berbagai mata pelajaran,
segala macam obyek dapat dipotret dari yang konkret sampai pada gagasan yang
abstrak.
Sekalipun demikian setiap media pembelajaran selalau
mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu, begitu juga halnya dengan gambar
fotografi. Kelemahan-kelemahannya antara lain: beberapa gambarnya sudah cukup
memadai, tetapi tidak cukup besar ukurannya jika digunakan untuk tujuan
pengajaran kelompok besar, kecuali jika diproyeksikan melalui proyektor, gambar
fotografi yang berdimensi dua sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya
yang berdimensi tiga. Kecuali jika dilengkapi dengan beberapa gambar untuk
objek yang sama atau adegan yang diambil dilakukan dari berbagai sudut pemotretan
yang berlainan, gambar fotografi bagaimana pun juga keindahannya memperlihatkan
gerak seperti halnya gambar hidup. Namun demikian, beberapa gambar fotografi
yang disusun secara berurutan dapat memberikan kesan gerak dapat saja
dicobakan, dengan maksud meningkatkan daya efektivitas proses belajar mengajar.
Daryanto (2011: 101)
Selain itu gambar fotografi juga mempunyai kelebihan
diantaranya adalah: gambar fotografi mudah dimanfaatkan dalam kegiatan belajar
mengajar karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa, harganya relatif
murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya, cara memperolehnya pun
mudah sekali tanpa perlu mengeluarkan biaya, yaitu dengan memanfaatkan kalender
bekas, majalah, surat kabar dan bahan-bahan grafis lainnya, gambar fotografi
juga dapat dipergunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pengajaran dan
berbagai disiplin ilmu. Mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi, dari
ilmu-ilmu sosial sampai ilmu-ilmu eksakta. Selain itu gambar fotografi juga
dapat menerjemahkan konsep atau gagasan yang abstrak menjadi realistik, gambar
fotografi juga dapat mengubah tahap-tahap pengajaran, dari lambang kata beralih
pada tahap yang lebih konkret yaitu lambang visual. Daryanto (2011: 100-101)
Daryanto (2011: 103) menyatakan bahwa dalam memilih
gambar fotografi, ada lima kriteria untuk tujuan pengajaran, yaitu harus
memadai untuk tujuan pengajaran, kualitas artistik, kejelasan dan ukuran yang
cukup, validitas dan menarik.
Pertama, gambar fotografi
itu harus cukup memadai. Artinya pantas untuk tujuan pengajaran, yaitu harus
menampilkan gagasan, bagian informasi atau konsep jelas yang mendukung tujuan
serta kebutuhan pengajaran. Dalam hal pemilihan gambar fotografi, perlu
memperhatikan kesesuaiannya dengan tingkat usia anak, sedikit unsur terdapat di
dalam gambar adalah cocok bagi anak-anak usia muda.
Kedua, gambar-gambar
itu harus memenuhi persyaratan artistik yang bermutu. Misalnya melukiskan
daerah pemukiman kumuh, hendaknya menekankan kesan kotor, jorok, kerumunan
kehidupan yang padat dengan lingkungan tidak sehat.
Ketiga, gambar fotografi
untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas. Gambar yang tajam dan
kontras mempunyai kelebihan karena ketepatan dan rinciannya menggambarkan
kenyataan secara lebih baik. Hal yang tidak kurang pentingnya adalah besarnya
gambar. Sehingga tampak jelas ke seluruh siswa.
Keempat, gambar-gambar
fotografi yang melukiskan suasana dramatis atau mencekam, adegan yang ideal,
lebih pantas dipajang daripada untuk tujuan pengajaran. Gambar-gambar yang
representatif dari bidang studi tertentu yang menampilkan pesan yang benar
menurut ilmu, merupakan gambar-gambar yang tepat untuk maksud pengajaran yang
sahih.
Kelima, memikat
perhatian pada anak-anak. Memikat perhatian pada anak-anak cenderung kepada hal-hal
yang diminatinya, yaitu terhadap benda-benda yang akrab dengan kehidupan
mereka. Misalnya, binatang-binatang, anak-anak, kereta api, perahu, kapal
terbang, dan sebagainya.
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan dalam memergunakan gambar-gambar fotografi
sebagai media visual pada setiap kegiatan pengajaran antara liain sebagai
berikut : Pergunakanlah gambar untuk tujuan pelajaran yang spesifik, yaitu
dengan cara memilih gambar tertentu yang akan mendukung penjelasan inti
pelajaran atau pokok-pokok pelajaran. Tujuan khusus itulah yang mengarahkan
minat siswa kepada pokok-pokok terpenting dalam pelajaran, Padukan
gambar-gambar pada pelajaran, sebab keefektifan pemakaian gambar-gambar
fotografi di dalam proses belajar mengajar memerlukan keterpaduan.
Gambar-gambar yang riil sangat berfaedah untuk suatu mata pelajaran karena
maknanya akan membantu pemahaman para siswa dan cara itu akan ditiru untuk hal-hal
yang sama di kemudian hari, pergunakanlah gambar-gambar itu sedikit saja karena
kadangkala menggunakan banyak gambar menjadi tidak efektif. Hematlah penggunaan
gambar yang mengandung makna. Dengan kata lain, jumlah gambar yang sedikit
tetapi selektif, kurangilah penambahan kata-kata pada gambar. Hal tersebut
karena gambar-gambar itu justru sangat penting dalam mengembangkan kata-kata
atau cerita dalam penyajian gagasan baru. Misalnya dalam pelajaran sejarah, para
siswa mempelajari perbedaan gambar candi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Mendorong
pernyataan yang kreatif, melalui gambar-gambar siswa akan didorong untuk mengembangkan
ketrampilan berbahasa lisan dan tulisan seni grafis dan bentuk-bentuk kegiatan
lainnya, Mengevaluasi kemajuan kelas, dapat juga dengan memanfaatkan
gambar-gambar, baik secara umum maupun secara khusus. Jadi, guru dapat
mempergunakan gambar datar, slides atau transparan untuk melakukan evaluasi
hasil belajar siswa. Daryanto (2011: 105)
Daryanto
(2011: 107) menyatakan bahwa beberapa aplikasi media foto dalam proses
pembelajaran antara lain sebagai berikut : Penggunaan media foto dalam
meningkatkan kemampuan menulis cerpen. Media foto dalam konteks pembelajaran
sangat efektifsebagai media visual untuk merangsang kreativitas imajinasi
siswa. Di samping itu, penggunaan media pembelajaran yang tepat oleh guru akan
meningkatkan hasil belajar siswa tersebut. Salah satunya dapat digunakan untuk
merangsang daya imajinasi siswa dalam merangkai kata-kata pada penulisan cerita
pendek, Penggunaan media photo story dalam pembelajaran. Photo story adalah
bentuk penyajian gambar foto yang diambil berdasarkan topik atau peristiwa yang
dibutuhkan sehingga tersusun. Kemudian, setiap gambar foto tersebut mampu
“bercerita” dengan maksud mengambil suatu makna yang ada pada gambar
tersebut.
Jadi
Kesimpulannya adalah kurikulum dan teknologi pendidikan disini menggunakan
model pembelajaran dengan media fotografi. Gambar fotografi itu pada dasarnya
membantu mendorong para siswa dan dapat membangkitkan minatnya pada pelajaran.
Membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, kegiatan seni, dan
pernyataan kreatif dalam bercerita, dramatisasi, bacaan, penulisan, melukis,
menggambar, serta membantu mereka menafsirkan dan mengingat-ingat isi materi
bacaan dari buku teks. Gambar fotografi juga dapat dipergunakan oleh para siswa
secara individual dalam latihan membaca dan untuk tujuan laporan yang bersifat
khusus.
Gambar
foto itu adalah dua dimensi. Dalam sudut pembelajaran hal itu menjadi amat
penting, terutama bagi siswa muda atau untuk mata pelajaran yang rumit. Dalam
pembelajarannya gambar fotografi harus memiliki kualitas tiga dimensi yang
memadai untuk tujuan pengajaran. Gambar fotografi mudah dimanfaatkan dalam
kegiatan belajar mengajar karena praktis tanpa memerlukan perlengkapan apa-apa,
harganya relatif murah daripada jenis-jenis media pengajaran lainnya. Cara
memperolehnya pun mudah sekali tanpa perlu mengeluarkan biaya. Gambar fotografi
juga dapat dipergunakan dalam banyak hal, untuk berbagai jenjang pengajaran dan
berbagai disiplin ilmu. Mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi, dari
ilmu-ilmu sosial sampai ilmu-ilmu eksakta.
Daftar Pustaka
Daryanto.
(2011). Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa Studio


Posting Komentar