Facebook
RSS

Makalah jQuery

-
Epita Herbudiati




 
 

MAKALAH JQUERY

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen Pengampu : Bp. Septia Lutfi



Oleh
Epita Herbudiati
1102411021
Rombel 3











KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
jQuery adalah sebuah library Javascript yang sangat ringkas dan sederhana untuk memanipulasi komponen di dokumen HTML, menangani event, animasi, efek dan memproses interaksi ajax. jQuery dirancang sedemikian rupa supaya membuat program menggunakan Javascript menjadi relatif sangat mudah. Sesuai slogan nya, write less, do more. Menulis kode lebih sedikit, tetapi melakukan pekerjaan lebih banyak.
jQuery ukuran nya cukup kecil, sehingga tidak memperlambat proses loading halaman web yang kita buat. jQuery juga kompatibel dengan CSS3 dan yang tak kalah penting adalah jQuery bisa berjalan di semua browser – cross browser.
jQuery diluncurkan pada Januari 2006 oleh John Resig. jQuery adalah library Javascript yang paling populer saat ini. Karena kecanggihan nya, jQuery dipakai oleh perusahaan besar seperti Google. Dell, CBS, digg, Netflix, Bank of America, Mozilla, Drupal, dsb.
jQuery adalah library Javascript yang gratis dan open source. Oleh karena nya kita bisa menggunakan jQuery dengan bebas untuk keperluan pengembangan website kita. Tanpa library seperti jQuery, menerapkan Javascript mungkin akan lebih sulit, terutama untuk pemula yang baru belajar Javascript. Plugin tambahan seperti JQuery UI (user interface) semakin memudahkan kita mengembangkan website yang cantik dan interaktif. Selain itu tersedia plugin-plugin lain yang makin memperkaya kemampuan jQuery.
Panduan dan demo jQuery bisa dilihat dihalaman resmi jQuery yaitu di jQuery.com dan library untuk user interface bisa di pelajari dan di download di jQueryUI
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa definisi jQuery?
2.      Bagaimana sejarah jQuery?
3.      Bagaimana cara menggunakan jQuery?
4.      Apa saja fitur yang ada pada jQuery?
5.      Apa manfaat jQuery?
6.      Bagaimana implementasi jQuery?
7.      Bagaimana perbedaan jQuery dengan ajax?
8.      Bagaimana perbedaan jQuery dengan java script?
9.      Apa contoh program jQuery?
10.  Bagaimana fungsi penggunaan jQuery?
11.  Apa kelebihan dan kelemahan dari jQuery?
C.     Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapat diambil tujuan sebagai berikut :
1.      Menjelaskan apa definisi dari jQuery.
2.      Menjelaskan sejarah jQuery.
3.      Menjelaskan bagaimana cara menggunakan jQuery.
4.      Menjelaskan apa saja fitur yang ada pada jQuery.
5.      Menjelaskan manfaat jQuery.
6.      Menjelaskan bagaimana implementasi jQuery.
7.      Menjelaskan bagaimana perbedaan jQuery dengan ajax.
8.      Menjelaskan bagaimana perbedaan jQuery dengan java script.
9.      Menjelaskan apa sajacontoh program jQuery.
10.  Menjelaskan bagaimana fungsi penggunaan jQuery.
11.  Menjelaskan apa kelebihan dan kelemahan dari jQuery.






















BAB II
PEMBAHASAN

1.      Definisi JQuery
JQuery merupakan library Javascript yang akan membuat aplikasi web yang kita buat menjadi lebih menarik, baik dari sisi user-interface, proses maupun interaktivitas. Dengan JQuery, suatu halaman web yang menjadi aplikasi web, jika dilihat sourcenya, akan terlihat seperti dokumen HTML biasa; tidak ada kode JavaScript yang terlihat langsung. Teknik pemrograman web seperti ini disebut sebagai unobstrusive JavaScript programming.
JQuery merupakan salah satu librari yang membuat program web di sisi klien, tidak terlihat sebagai program JavaScript biasa, yang harus secara eksplisit disisipkan pada dokumen web. Pada teknik pemrograman sisi klien dengan menggunakan JavaScript biasa, setiap elemen yang akan memiliki event, akan secara eksplisit terlihat ada event yang dilekatkan pada elemen tersebut.
Salah satu buku yang cukup lengkap membahas mengenai jQuery adalah buku yang berjudul "Learning jQuery : Better Interaction Design and Web Development with Simple JavaScript Techniques". Buku setebal kurang lebih 350 halaman ini mengulas secara tuntas mengenai jQuery, dimulai dari kelebihan dan daya tarik jQuery itu sendiri, sampai teknik-teknik memanfaatkan jQuery yang disertai contoh-contoh sederhana.
Buku ini ditulis oleh Jonathan Chaffer dan Karl Swedberg yang terbit pertama kalinya tahun 2007 (setahun setelah jQuery dirilis). Jonathan Chaffer adalah Chief Technology Officer of Structure Interactive yang berlokasi di Michigan. Jonathan juga aktif sebagai bagian dari tim pengembang CMS open source yaitu Drupal. Sementara itu Karl Swedberg adalah seorang web developer di perusahaan yang sama dengan Jonathan yaitu Structure Interactive. Karl yang sebelum menjadi web developer adalah seorang guru bahasa Inggris, fokus dalam hal web-standard, semantic CSS, dan unobtrusive JavaScript.
Buku Learning jQuery isinya cukup mudah dipahami dan dapat menjadi referensi bagi para pemula maupun yang sudah mahir di bidang web development. Buku ini cocok untuk para designer web maupun programmer web.
Garis besar dari isi dari buku ini antara lain menjelaskan mengenai:
Sekilas tentang jQuery. Termasuk didalamnya dijelaskan mengenai kelebihan jQuery, dimana bisa mendapatkan jQuery dan contoh sederhana penerapan jQuery. Isinya secara singkat saya rangkum dalam artikel saya sebelumnya.
Selectors. Di bagian kedua ini dijelaskan mengenai DOM (Document Object Model) dan CSS, serta bagaimana penggunaan jQuery dalam mengatur tampilan (CSS + jQuery). Bagian ini cocok dibaca bagi para web designer yang sudah terbiasa dengan CSS.
Events. Selanjutnya buku ini menjelaskan mengenai event-event yang didukung oleh jQuery. Event-event tersebut akan meningkatkan interaktivitas web dengan pengunjung. Tersedia juga contoh-contoh menarik di bab ini.
Effects. Pada bab 4 buku ini, dijelaskan mengenai teknik-teknik jQuery untuk mengatur efek tampilan halaman web, termasuk didalamnya animasi-animasi yang bisa dilakukan oleh jQuery. Diantara animasi yang sering digunakan adalah fading dan sliding. Contoh sederhananya dapat dilihat disini.
DOM Manipulation. Di bagian ini dipaparkan mengenai bagaimana memanipulasi sebagian isi halaman web melalui jQuery. Manipulasi dapat berupa penambahan, penggantian, maupun penghapusan bagian tertentu dari halaman.
AJAX. Bagaimana jika jQuery digabungkan dengan konsep AJAX? Di bagian keenam ini dijelaskan mengenai hal tersebut. Secara default, jQuery mendukung dengan baik konsep AJAX, baik format data teks, XML, maupun JSON.
Table Manipulation. Manipulasi data dalam tabel seperti sorting, seleksi, paging dapat dilakukan dengan cukup mudah dengan jQuery. Penasaran? Silahkan pelajari pada bab ini mengenai manipulasi tabel.
Forms with Function. Bagian ini membahas mengenai manipulasi form inputan termasuk tampilan dan bagaimana melakukan validasi form ala jQuery. Shufflers and Rotators. Manipulasi images seperti untuk membuat galery foto dipaparkan di bagian ini.
Plugins. Bagian terakhir dari buku ini membahas mengenai plugin, yang merupakan salah satu kemampuan jQuery yang luar biasa. Disini diberikan beberapa plugin jQuery yang banyak digunakan serta dijelaskan juga mengenai bagaimana membuat plugin sendiri.
JQuery dirilis pada Januari 2006 di BarCamp NYC oleh John Resig dan berlisensi ganda di bawah Lisensi MIT dan GPL. Microsoft dan Nokia telah mengumumkan akan mengemas jQuery di platform mereka. Microsoft awalnya mengadopsinya dalam Visual Studio untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan ASP.NET MVC Framework, sedangkan Nokia akan mengintegrasikannya dalam kerangka Web Run-Time.
2.      Sejarah Jquery
Semenjak dirilis pertama kali pada tahun 2006 oleh john Resig, jQuery telah mencuri perhatian para developer web. Buktinya, pada tahun-tahun berikutnya jQuery telah banyak digunakan oleh website - website terkemuka di dunia seperti Google, Microsoft, intel , Nokia, Oracle , IBM, DELL, BBC, NBC, ESPN, EAPN, EA Sport, Twitter, Facebook, Amazon, Techorati, Youtobe Apple, Wordpress, Mozila, Netflix , Digg, Time, dan masih banyak lagi. Bahkan website lokalpun tidak mau ketinggalan, Lihat saja Detik, Studio 21 (21cineplex.com). Indosiar, Vivanews, Kompas, termasuk Pincuran.com tentunya dan lain-lain.
Jquery Pertama kali dikembangkan oleh Jhon Resig pertama kali pada tahun 2005, saat itu dia terinspirasi dari kode Behavior, ketika itu Jhon merasa kode kode behavior tidak elegan dan bahkan sangat jelek. maka dia mulai memikirkan cara membuat library yang handal dan ringan untuk javascript , maka lahirlah JQUERY pada 14 januari 2006, direlease lah versi pertama dari Jquery dan sampai sekarang masih terus dikembangkan dan disempurnakan.
3.      Cara menggunakan jQuery
Cara menggunakan jQurey adalah sebagai berikut :
a)      Ok pertama - tama adalah kita harus mendownload terlebih dahulu jQuery Library (inti dari jQuery). Dimana download jQuery Library? mau tau aja atau mau tau banget? hehehe... Downloadnya di www.jquery.com , silahkan klik Download jQuery. Saat penulisan tutorial ini library jQuery telah sampai versi 1.9.1
b)      Pada halaman selanjutnya pilih versi jquery, ada versi Production dan versi Developer. Untuk saat ini pilih versi Production jQuery karena versi Developer ditujukan kepada para master pemrograman dan pengembang jquery.
Catatan :
jQuery selalu merilis dua versi Library yaitu versi Production dan Development. Perbedaannya adalah versi Production ukuran filenya lebih kecil karena telah 'dimampatkan' atau istilahnya di Compress. Diperuntukkan bagi pengguna awam yang ingin langsung menggunakan jQuery. Sedangkan versi Development isi filenya mudah dibaca karena belum di Compress dan ditujukan unruk para Developer yang tertarik mempelajari - memanipulasi - bahkan mengembangkan fungsi - fungsi yang dimiliki oleh jQuery.
c)      Akan muncul code dari library Jquery
d)     Ok sekarang adalah kode untuk memanggil jQuery library supaya dapat terLOAD di website yang anda buat. Buka dreamweaver dan masukkan kodenya.
Scriptnya yang saya cetak tebal merah :
e)      Ok sekarang cara Penggunaannya, inti dari jQuery adalah :
a.       Panggil / Load library jQuery (stabilo merah)
b.      buat script jquery di bagian head untuk mengontrol object berdasarkan elementnya (stabilo biru)
c.       Buat Object beserta elemennya berupa id dan class di bagian body (stabilo abu - abu)
f)       Ok sekarang kita lihat hasilnya KLIK DISINI
Demikian cara download dan pemasangan hingga penggunaan jQuery.
4.      Fitur yang ada pada jQuery
Script JQuery  dibuat untuk memudahkan pengaturan document seperti menyeleksi object dengan element DOM dan membuat aplikasi dengan AJAX.  Jquery juga menyediakan layanan atau support  para developers untuk membuat plug-ins di dalam bahasa Javascript tentunya. Sehingga  memungkinkan para developer website membuat website lebih interaktif dengan animasi, efek – efek, tema dan widget. Dengan menggunakan JQuery kita bisa meluapkan kreatifitas untuk membuat website dinamis atau website aplikasi menjadi Wauw.
Microsoft dan Nokia telah mengumumkan akan mengemas JQuery di platform mereka. Microsoft awalnya mengadopsinya dalam Visual Studio  untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan ASP.NET MVC Framework, sedangkan Nokia akan mengintegrasikannya dalam kerangka Web Run-Time mereka.
Beberapa Fitur yang ada di JQuery :
1.      Dalam Pemakaian menggunakan seleksi element DOM, sehingga website lebih dinamis  dan interaktif.
2.      JQuery bisa memanipulasi Class pada CSS dan Support CSS 3
3.      Event
4.      AJAX
5.      Efek-efek dan animasi
6.      Ekstensi dan Plug-ins
7.      Kompatibilitas dengan hampir semua Browser modern
8.      Keperluan lain seperti : User Agent, Feature detection dan lainnya
JQuery hanyalah 1 file yang berisi kode dalam Javascript tetapi bisa berisi banyak fitur seperti di atas. Sehingga cara menggunakaanya sangat mudah.
Kita panggil file JQuerynya terlebih dahulu.
<script type=”text/javascript” src=”jquery.js”></script>
<script type=”text/javascript”>
$(document).ready(function() {
// Kode Jquery anda tuliskan disini
});
</script>
Dan untuk pembahasan detailnya sabar ya.. bukan di artikel ini tempatnya. Mungkin seperti itu yang bias saya tulis.. maaf jika ada kesalahan karena ini terjemahan langsung masih kurang saya dalam B.Inggris.. Semoga pembahasan mengenai JQuery ini bermanfaat.
5.      Manfaat Jquery
Ada beberapa manfaat yang dapat kita ambil ketika menggunakan jQuery, diantaranya :
a)      Kompatibel dengan hampir seluruh browser
b)      jQuery telah digunakan oleh website-website raksasa
c)      Kompatibel dengan seluruh versi CSS (dari CSS 1 sampai CSS 3)
d)     Dokumentasi dan tutorialnya lengkap, bisa langsung dilihat di http://jquery.com 
e)      Didukung oleh banyak komunitas
f)       Disupport oleh plugin yang lengkap
g)      Filenya hanya satu dan ukurannya relatif kecil, sekitar 20kb
h)      Open source atau Free
i)        jQuery lebih diminati oleh para developer web saat ini


6.      Implementasi JQuery
Kemudahan atau kenapa orang banyak menggunakan framework javascript ini adalah karena banyaknya plugin aplikasi yang siap jadi atau siap digunakan. Plugin adalah semacam fungsi atau fitur tambahan yang digabungkan ke dalam sebuah JQuery mempercepat atau memudahkan dalam pembangunan sebuah website.
Dibawah ini adalah beberapa plugin jquery yang sering digunakan oleh beberapa web developer dalam membuat atau membangun sebuah website, diantaranya:
1.      Drop-Down-Menu
Jika dalam sebuah website terdiri dari beberapa menu, dan dari menu tersebut ada sub menu lagi, maka cocok menggunakan drop down menu. Drop down menu ini juga mendukung multi level menu (menjadi sub-sub menu yang lebih banyak), selain itu menu dropdown ini juga dilengkapi dengan fasilitas timeout effect. Timeout effect ini digunakan ketika lama waktu mouse over atau mouse out.
2.      Tool-Tips
Tool tips adalah bubble/gelembung atau semacam kotak informasi digunakan untuk menginformasikan sesuatu ketika mouse didekatkan pada sebuah teks, gambar, tombol atau elemen lain dalam sebuah web yang muncul diatas elemen tersebut. Biasanya informasi yang disuguhkan adalah informasi yang pendek. Cara kerjanya adalah ketika mouse didekatkan, maka akan muncul bubble. Fasilitas lebih dari bubble ini adalah desainnya yang cantik, seperti fasilitas tombol close, background shadow, dll.


3.      Autocomplete-Search
Plugin ini digunakan untuk melakukan pencarian secara real time, dimana ketika kita memasukan kata atau huruf dalam sebuah teks input dalam sebuha web, secara otomatis hasil pencarian akan muncul seusai dengan yang kita masukan secara real time. Plugin ini mirip seperti pencarian pada website facebook, sehingga sangat menarik untuk dicoba.
Web Sitenya: http://loopj.com
4.      Validasi-Form
Plugin ini digunakan untuk melakukan validasi data dalams sebuah form, seperti pengecekan e-mail, pengecekan password, username dan input lainnya secara real time (tidak menekan tombol submit). Jadi ketika user memasukan teks atau huruf, maka plugin ini akan melakukan validasi terhadap inputan user.
Web Sitenya: 
http://www.willjessup.com
5.      jQuery-Cycle-Plugin
Plugin ini digunakan untuk animasi image dalam sebuah website, plugin ini menggantikan fungsi flash sebagai animasi. Jadi dengan plugin ini, kita bisa menganimasikan image yang ada menjadi sebuah animasi seperti fade in, fade out, slide show, scroll dan banyak lagi efek yang lainnya.
Web Sitenya: http://malsup.com
6.      Teks-Berjalan
Plugin ini digunakan untuk memannipulasi teks, sehingga teks yang kita tampilkan kelihatan menarik, seperti berjalan dari kiri ke kanan atau sebaliknya atau dari atas ke bawah, mirip fungsi marquee dalam tag HTML, tetapi dengan plugin ini, teks berjalan lebih lembut dan lebih banyak variasi.
Web Sitenya: http://remysharp.com
7.      Perbedaan Jquery dengan Ajax
Tulisan ini dilatar belakangi dari pertanyaan teman saya tentang jQuery. Awalnya dia bertanya tentang Ajax, berlanjut ke jQuery. Dia bertanya “Apa Ajax itu?”, “Apakah jQuery juga Ajax ?”.Hm..mari kita bahas satu-persatu.
Pada umumnya, halaman web berinteraksi dengan server hanya mengandalkan objek formulir. User mengisikan sesuatu pada formulir tersebut, kemudian menekan tombol submit. Apa yang dilakukan user setelah itu ? menunggu tanggapan dari server. Browser akan me-refresh seluruh halaman ketika menerima hasil tanggapan dari sever.
Mungkin kita sudah tidak sudah tidak asing lagi dengan facebook atau twitter. Tetapi, sadarkah ketika kita sudah menekan tombol update status pada saat update status,  atau ketika sudah menekan tombol comment ketika mengomentari status teman ? Apa yang terjadi ? Halaman tersebut tidak di-refresh secara keseluruhan, dan apa yang kita tulis sebelumnya tampil pada halaman tersebut. Selain itu, user dapat tetap berinteraksi dengan halaman web yang ada tanpa harus menunggu hasil proses tanggapan dari server.
Ajax adalah kependekan dari Asynchrounous Javascript and XML. Ia bukanlah suatu teknologi baru, melainkan suatu teknik yang memungkinkan melakukan request ke server secara dibelakang layar (asynchroun). Seperti pada kasus sebelumnya (meng-update atau mengomentari status di facebook atau twitter), setelah menakan tombol, secara dibelakang layar browser mengirimkan request ke  server.  Kemudian server memperoses request tersebut dan mengembalikan hasil proses tersebut ke browser.Browser meng-update sebagian halaman melalui DOM (Document Object Model), kemudian hasil proses dari server ditampilkan.
Untuk dapat mengimplementasikan Ajax menurut saya adalah sulit, karena ia melibatkan banyak hal, seperti :
1.      Javascript, digunakan untuk membangun lapisan ajax.
2.      HTML/XHTML, standar bahasa markup yang digunakan untuk membuat halaman web.
3.      CSS (Cascading Style Sheet), digunakan untuk mendeskripsikan style atau gaya dari suatu halaman web.
4.      XML (eXtensible Markup Language),
5.      DOM (Document Object Model)
jQuery merupakan salah satu library yang popular saat ini. Ia dapat membantu mengurangi kompleksitas kode Javascript, misalnya dalam mengimplementasikan Ajax. jQuery menyediakan cara yang seragam untuk mengakses DOM pada beberapa browser. Dengan kata lain, jQuery dapat menangani perbedaan interpretasi antar browser dalam menangani DOM atau pun CSS.
8.      Perbedaan jQuery dengan Java Script
Perbedaan antara javascript dan jquery sering menimbulkan pertanyaan, dari segi penulisan maupun penggunaanya. Berikut ini saya akan berbagi tentang apa Perbedaan javascript dan jquery tersebut.
Perbedaan dari definisi javascript dan jquery
Javascript adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk berjalan di lingkungan klien yang dikombinasikan dengan dokumen HTML. Javascript dijalankan dengan bantuan browser sehingga dapat melakukan interaksi dengan user, melakukan kontrol browser dan memanipulasi dokumen web saat ditampilkan.
Sedangkan jquery adalah komponen/librari/framework yang dibuat dari javascript dengan tujuan memudahkan seorang programmer dalam menggunakan fungsi-fungsi yang lebih rumit. Dengan jquery, seorang programmer bisa lebih leluasa dan mudah melakukan kontrol/manipulasi halaman web. Oleh karena kemudahan tersebut jquery memiliki semboyan "write less, do more" yang bisa kita artikan dengan sedikit menulis kode tapi dapat melakukan banyak hal.
Jquery dibangun dengan berorientasi objek sehingga akan lebih optimal dan memiliki kemampuan yang lebih luas untuk menciptakan serta memanipulasi halaman web yang dikirimkan ke browser pengguna.
Mari kita lihat bagaimana penulisan javascript dan javascript untuk melakukan sebuah manipulasi background dokumen html berikut :
Javascript
<script language="javascript">
function changeBackground(color)
{
document.body.style.background = color;
}
onload="changeBackground('red');"
</script>
jQuery
<script>
$('body').css('background', '#ccc');
</script>
Dari script diatas bisa anda lihat, bahwa jquery lebih bepusat pada objek sehingga cara melakukan perubahannya akan lebih sederhana.
9.      Contoh program jQuery
Inilah contoh program jQuery :
10.  Fungsi jQuery
Sebelum membahas beberapa fungsi yang ada pada jQuery, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan diantaranya kenapa harus mengunakan jQuery? ini mungkin pertanyaa yang sederhana yang bisa membuka pikiran bagi pembaca blog ini’ untuk memulai belajar jQuery.
jQuery merupakan sebuah library Javascript yang sangat ringkas dan sederhana untuk memanipulasi komponen pada HTML, menangani event (click, mouse hover, entry keyboard dll), animasi (slideup, slidedown dll) dan juga untuk memperoses setiap aksi di belakang layar lebih sederhana ketimbang mengunakan tehnik yang ada pada standar javascript. Pada jQuery untuk menangani permintaan suatu halaman atau data di belakang layar pengguna jQuery biasa menyebutnya dengan nama Ajax. untuk pembahasan Mengenai cara mengunakan Ajax pada jQuery akan di bahas pada artikel selanjutnya.
Selain itu jQuery sudah digunakan oleh jutaan penguna dikarnakan sangat ringan dan ukuran filenya yang sangat kecil dan mempercepat dalam peroses pembangunan suatu aplikasi website, blog, mobile dll.
Berikut beberapa fungsi yang ada pada jQuery :
a.       .add()
Fungsi add() digunakan untuk menambahklan elmen berupa text, tag html ke dalam sebuah content (tag html = input, textarea, div dll).
b.      .append()
Fungsi .append() digunakan untuk menambahkan suatu elment berupa text, html dll hampir sama dengan fungsi .add().
c.       .attr()
Fungsi .attr() digunakan untuk mengubah suatu nilai pada attribut html seperti attribut dalam tag html seperti nilai value, class, id, title ini bisa diubah nilainya mengunakan fungsi ini.
d.      .addClass()
Fungsi .addClass() digunakan untuk menambahkan nilai class pada attribut html.
e.       .find()
Fungsi .find() digunakan untuk mencari suatu attribut dalam html seperti elmen html (div, form, input dll), attribut html (title, class, id dll)
f.       .each()
Fungsi .each() digunakan untuk mencari / memangil suatu elemen html, attribut html yang sudah di tentukan secara rekursif dalam artian secara mudah, berulang secata terus menerus sampi element tau attribut html di temukan. Fungsi ini hampir sama dengan fungsi find(). akan tetapi penempatan pengunaanya berbeda.
11.  Kelemahan dan kelebihan jQuery
Kelebihan : 
1.      Write Less, Do More.
2.      Dengan menggunakan jQuery tentu kita telah menyederhanakan penggunaan javascript, karena kita cukup menggunakan fungsi dari library javascript yang ada. Juga mempercepat coding javascript dalam sebuah website. Dibandingkan bila kita harus mulai sebuah script javascript satu per satu dari nol. Dengan menggunakan jQuery berarti kita telah meringkasnya dan membiarkan jQuery mengolahnya.
3.      Fungsi pemakaian beserta contohnya bisa anda lihat di http://jquery.com untuk mempermudah dalam pembelajaran jQuery.
4.      Support terhadap CSS1-3 selector, untuk fleksibilitas desain antar muka halaman website dan interaksinya.
5.      Halaman website/blog yang dibangun dengan jQuery akan lebih interaktif dan menarik, membuat para pengunjung lebih terkesan.
Kekurangan :
1.      Walaupun klaim bahwa loading menjadi semakin ringan, web/blog yang tidak menggunakan jQuery alias HTML murni tetap lebih ringan untuk diload terutama dimata CPU dan RAM.
2.      Dari sisi server hosting pun, CPU dan RAM harus mengalokasikan resource yang mereka miliki untuk menangani request terhadap jQuery. Pada level tertentu request yang sangat banyak melebihi standar akan membebani server tersebut. 
3.      Solusi: host jquery pada situs lain, seperti Google yang menyediakan request jQuery dari servernya (API).
4.      Hal ini tidak akan terasa jika anda memiliki komputer yang powerful dan koneksi yang kencang, namun bila pengunjung situt anda tidak memiliki itu semua, alias koneksi lelet dan komputer yang lemah syahwat...? Maka mereka lebih memilih untuk tidak hanya menutup situs web anda, tapi juga situs lainnya yang dirasa berat kecuali beranda browser.

12.  Teknik jQuery
Kemudahan jQuery dengan Tagline-nya "write less, do more" telah membuat para web developer untuk menggunakan salah satu Framework Javascript yang terbaik ini. Sebelum hadirnya jQuery dalam dunia pemrograman website, pembuatan kode JavaScript tidak mudah untuk digunakan apalagi untuk mendapatkan kualitas yang maksimal pada Cross-Browser.
Kali ini saya akan coba membagikan beberapa Tips dan Tricks atau juga dapat dikatakan Teknik jQuery yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan kualitas Code yang kita miliki.
Jika Anda sudah familiar menggunakan jQuery, mungkin ada beberapa hal yang Anda lewatkan untuk membuat Code Anda diproses secara optimal oleh Client-Side, Apalagi jika Anda mulai menggunakan jQuery hanya mendownload dan membaca dokumentasi penggunaannya secara singkat. Tapi tahukah Anda jika ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menggunakan jQuery secara maksimal sehingga berdampak pada performa Code baik dari segi kecepatan, struktur, dan hal yang menguntungkan lainnya.
Berikut ini adalah beberapa teknik yang dapat Anda gunakan untuk melakukan hal tersebut.
1.      Load jQuery langsung dari Server Google atau jQuery.com
Mungkin sebagian dari Anda telah banyak membaca dari blog-blog atau sumber yang lain bahwa teknik ini adalah salah satu cara yang optimal untuk meng-improve jQuery tapi untuk me-refresh Anda, saya tetap akan menuliskannya disini.
Contoh pertama misalnya kita ingin me-Load jQuery v1.10.2 dari server google, mungkin biasanya kita menuliskannya dengan cara berikut :
type="text/javascript"></script>
Sebenarnya, Anda cukup menuliskan code yang lebih sederhana seperti berikut :
<script src="http://code.jquery.com/jquery-latest.js"></script>
2.      Cara Memastikan Inisialisasi Gambar Selesai
Memastikan gambar terinisialisasi merupakan cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan interaktivitas kepada para pengguna.
Jika Anda ingin membuat Loader dengan menggunakan Indikator gambar, sebaiknya Anda membaca Cara Membuat Loader seperti Youtube Menggunakan Loadie.js.
Untuk melakukan inisialisasi gambar dapat menggunakan .load() dan gunakan fungsi Callback untuk melakukan proses lanjut. Contoh dibawah ini, atribut "src" dari tag Gambar menjadi atribut selector untuk mendeteksi bahwa gambar telah selesai di load. Hal ini dapat Anda gunakan untuk menggunakan Captcha dengan teknik DOM.
$('#gambar').attr('src', 'gambar.jpg').load(function(){alert('Gambar telah selesai di load.');
//Gunakan fungsi sesuai dengan yang Anda inginkan.});
3.      Vertical Alignment dengan jQuery
Jika Anda ingin meletakkan sebuah elemen di tengah-tengah, menggunakan jQuery akan terasa lebih mudah. Perhatikan contoh berikut ini :
$(document).ready(function(){
//Mengambil angka tinggi window & elemen var tinggi_window = $(window).height();
var tinggi_elm = $('.vertical-center').height();
//Implementasi pada selector
$('.vertical-center').css({'position':'relative','top':tinggi_window/2 tinggi_elm/2});})
4.      Replace <div> dengan jQuery
Cara sederhana yang dapat Anda gunakan adalah dengan cara menggunakan metode replaceWith.
$('#target-div').replaceWith('<div>Contoh pengganti div yang baru.</div>');
5.      Manipulate Text menggunakan Regular Expression dan jQuery
Anda dapat mengganti atau membuat text baru dengan menggunakan Regular Expression untuk mencari target yang ingin dirubah tersebut.
Misalnya kita ingin menghindari spammer mengindex Email kita pada document. Kita dapat menggunakan sebuah metode ini untuk merubah text atau karakter khusus untuk ditimpa menjadi email kita (hanya dapat dibaca selain bot / crawler). Contoh yang digunakan adalah kita menggunakan text "-:email:-" untuk diganti menjadi "email_anda@domain.com".
$(document).ready(function(){var document_body = $('body');
document_body.html(document_body.html().replace(/-:email:-/gi,'email_anda@domain.com'));});
6.      Membuat Link eksternal membuka window baru
Sebenarnya, untuk membuka link baru Anda dapat menggunakan atribut target pada HTML (target="_blank"), tetapi cara ini membuat script Anda tidak Valid menggunakan validasi XHTML 1.0 sehingga kita harus menemukan cara lain.
Jika Anda membutuhkan sebuah alternatif untuk membuka link di eksternal window, Anda dapat menggunakan jQuery untuk melakukan hal ini. Pada Validator XHTML 1.0, atribut ini dianggap tidak valid. Beberapa alternatif berikut ini dapat Anda gunakan.
Contoh dibawah ini dengan menambahkan attribute rel="external" pada link Anda sehingga jQuery dapat membuka link ke eksternal window dengan script seperti berikut :
$('a[rel="external"]').click(function(){window.open( $(this).attr('href') );return false;});
//Atau dapat menggunakan bind
$('a[rel="external"]').bind("click", function(){window.open( $(this).attr('href') );return false;});
Atau jika Anda ingin membuka link pada sebuah selector misalnya <div id="eksternal-link">, jadi Anda cukup menunjuk semua tag <a> yang ada didalam selector tersebut seperti contoh script berikut ini :
$('div#eksternal-link a').click(function(){window.open( $(this).attr('href') );return false;});
//Menggunakan bind()
$('div#eksternal-link a').bind("click", function(){window.open( $(this).attr('href') );return false;});
Itulah beberapa Teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan code website Anda. Banyak cara yang dapat Anda gunakan untuk dapat mengoptimalkan Code Anda, baik server-side scripting ataupun client-side scripting.








BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
JQuery merupakan library Javascript yang akan membuat aplikasi web yang kita buat menjadi lebih menarik, baik dari sisi user-interface, proses maupun interaktivitas.
JQuery merupakan salah satu librari yang membuat program web di sisi klien, tidak terlihat sebagai program JavaScript biasa, yang harus secara eksplisit disisipkan pada dokumen web. Pada teknik pemrograman sisi klien dengan menggunakan JavaScript biasa, setiap elemen yang akan memiliki event, akan secara eksplisit terlihat ada event yang dilekatkan pada elemen tersebut.
Selain itu jQuery juga memiliki banyak manfaat, fungsi, fitur, serta contoh dan implementasi yang diterapkan. Dengan menggunakan jQuery tentu kita telah menyederhanakan penggunaan javascript, karena kita cukup menggunakan fungsi dari library javascript yang ada. Juga mempercepat coding javascript dalam sebuah website. Dibandingkan bila kita harus mulai sebuah script javascript satu per satu dari nol. Dengan menggunakan jQuery berarti kita telah meringkasnya dan membiarkan jQuery mengolahnya.






DAFTAR PUSATAKA